Otitis media akut

Diagnosis

Diagnosis didasarkan pada riwayat nyeri pada telinga atau adanya nanah yang keluar dari dalam telinga (selama periode < 2 minggu). Pada pemeriksaan, pastikan terjadi otitis media akut dengan otoskopi. Warna membran timpani (MT) merah, meradang, dapat sampai terdorong ke luar dan menebal, atau terjadi perforasi disertai nanah.

Tatalaksana

Berikan pengobatan rawat jalan kepada anak:

  • Berhubung penyebab tersering adalah Streptococus pneumonia, Hemophilus influenzae dan Moraxella catharrhalis, diberikan Amoksisilin (15 mg/kgBB/kali 3 kali sehari) atau Kotrimoksazol oral (24 mg/kgBB/kali dua kali sehari) selama 7–10 hari.
  • Jika ada nanah mengalir dari dalam telinga, tunjukkan pada ibu cara mengeringkannya dengan wicking (membuat sumbu dari kain atau tisyu kering yang dipluntir lancip). Nasihati ibu untuk membersihkan telinga 3 kali sehari hingga tidak ada lagi nanah yang keluar.
  • Nasihati ibu untuk tidak memasukkan apa pun ke dalam telinga anak, kecuali jika terjadi penggumpalan cairan di liang telinga, yang dapat dilunakkan dengan meneteskan larutan garam normal. Larang anak untuk berenang atau memasukkan air ke dalam telinga.
  • Jika anak mengalami nyeri telinga atau demam tinggi (≥ 38,5°C) yang menyebabkan anak gelisah, berikan parasetamol.
  • Antihistamin tidak diperlukan untuk pengobatan OMA, kecuali jika terdapat juga rinosinusitis alergi.

Tindak lanjut

Minta ibu untuk kunjungan ulang setelah 5 hari

  • Jika keadaan anak memburuk yaitu MT menonjol keluar karena tekanan pus, mastoiditis akut, sebaiknya anak dirujuk ke spesialis THT.
  • Jika masih terdapat nyeri telinga atau nanah, lanjutkan pengobatan dengan antibiotik yang sama sampai seluruhnya 10 hari dan teruskan membersihkan telinga anak. Kunjungan ulang setelah 5 hari.

Setelah kunjungan ulang (5 hari lagi):

  • Bila masih tampak tanda infeksi, berikan antibiotik lini kedua: Eritromisin dan Sulfa, atau Amoksiklav (dosis disesuaikan dengan komponen amoksisilinnya). Infeksi mungkin karena kuman penghasil betalaktamase (misalnya H. influenzae) atau karena terdapat penyakit sistemik, misalnya alergi, rinosinusitis, hipogamaglobulinemia.
  • Bila dengan antibiotik lini kedua juga gagal, dapat dirujuk untuk kemungkinan tindakan miringotomi dengan atau tanpa pemasangan grommet.

OMA sembuh bila tidak ada lagi cairan di kavum timpani dan fungsi tuba Eustakius sudah normal (cek dengan timpanometer). Kesembuhan yang tidak sempurna, dapat menyebabkan berulangnya penyakit atau meninggalkan otitis media efusi kronis dengan ketulian ringan sampai berat.

Table of Contents