Infeksi saluran kemih

ISK sering terjadi, terutama pada bayi muda perempuan. Berhubung kultur bakteri biasanya tidak tersedia, diagnosis berdasarkan pada tanda klinis dan mikroskopis urin.

Diagnosis

  • sangat bervariasi dan sering tidak khas
  • demam, berat badan sukar naik, atau anoreksia
  • disuria, poliuria, nyeri perut/ pinggang, mengompol, polakisuria,
  • urin yang berbau menyengat
  • nyeri ketok sudut kosto-vertebral, nyeri supra simfisis
  • kelainan pada genitalia eksterna (fimosis, sinekia vulva, hipospadia, epispadia)
  • kelainan pada tulang belakang seperti spina bifida.

Pemeriksaan penunjang

  • Urinalisis: proteinuria, leukosituria, (leukosit > 5/LPB), hematuria (eritrosit > 5/LPB).
  • Diagnosis pasti dengan ditemukannya bakteriuria bermakna pada biakan urin. Pemeriksaan penunjang lain dilakukan untuk mencari faktor risiko.

Tatalaksana

  • Medikamentosa. Sebelum ada hasil biakan urin dan uji kepekaan, antibiotik diberikan secara empirik selama 7-10 hari untuk eradikasi infeksi akut. Berikan pengobatan rawat jalan, kecuali:
    • Jika terjadi demam tinggi dan gangguan sistemik (seperti memuntahkan semuanya atau tidak bisa minum atau menyusu), atau
    • Terdapat tanda pielonefritis (nyeri pinggang atau bengkak), atau
    • Pada bayi muda.
  • Berikan kotrimoksazol oral (24 mg/kgBB setiap 12 jam) selama 5 hari. Sebagai alternatif dapat diberikan ampisilin, amoksisilin dan sefaleksin.
  • Jika respons klinis kurang baik atau kondisi anak memburuk, berikan gentamisin (7.5 mg/kg IV sekali sehari) ditambah ampisilin (50 mg/kg IV setiap 6 jam) atau sefalosporin generasi ke-3 parenteral (lihat¬†lampiran 2). Pertimbangkan komplikasi seperti pielonefritis atau sepsis.

Perawatan penunjang

Selain pemberian antibiotik, pasien ISK perlu mendapat asupan cairan yang cukup, perawatan higiene daerah perineum dan periuretra, pencegahan konstipasi. Bila pasien tidak membaik atau ISK berulang, rujuk.

Tindak lanjut

Lakukan pemeriksaan semua episod ISK pada anak laki-laki umur >1 tahun dan pada semua anak yang mempunyai lebih dari satu episod ISK untuk mencari penyebabnya. Hal ini mungkin memerlukan rujukan ke rumah sakit yang lebih besar dengan fasilitas pencitraan yang lebih memadai.

Table of Contents