Pneumonia berat: diagnosis dan tatalaksana

Diagnosis

Batuk dan atau kesulitan bernapas ditambah minimal salah satu hal berikut ini:

  • Kepala terangguk-angguk
  • Pernapasan cuping hidung
  • Tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam
  • Foto dada menunjukkan gambaran pneumonia (infiltrat luas, konsolidasi, dll)

Selain itu bisa didapatkan pula tanda berikut ini:

  • Napas cepat:
    • Anak umur < 2 bulan : ≥ 60 kali/menit
    • Anak umur 2 – 11 bulan : ≥ 50 kali/menit
    • Anak umur 1 – 5 tahun : ≥ 40 kali/menit
    • Anak umur ≥ 5 tahun : ≥ 30 kali/menit
  • Suara merintih (grunting) pada bayi muda
  • Pada auskultasi terdengar:
    • Crackles (ronki)
    • Suara pernapasan menurun
    • Suara pernapasan bronkial

Dalam keadaan yang sangat berat dapat dijumpai:

  • Tidak dapat menyusu atau minum/makan, atau memuntahkan semuanya
  • Kejang, letargis atau tidak sadar
  • Sianosis
  • Distres pernapasan berat.

Untuk keadaan di atas ini tatalaksana pengobatan dapat berbeda (misalnya: pemberian oksigen, jenis antibiotik).

Tatalaksana

  • Anak dirawat di rumah sakit

Terapi Antibiotik

  • Beri ampisilin/amoksisilin (25-50 mg/kgBB/kali IV atau IM setiap 6 jam), yang harus dipantau dalam 24 jam selama 72 jam pertama. Bila anak memberi respons yang baik maka diberikan selama 5 hari. Selanjutnya terapi dilanjutkan di rumah atau di rumah sakit dengan amoksisilin oral (15 mg/ kgBB/kali tiga kali sehari) untuk 5 hari berikutnya.
  • Bila keadaan klinis memburuk sebelum 48 jam, atau terdapat keadaan yang berat (tidak dapat menyusu atau minum/makan, atau memuntahkan semuanya, kejang, letargis atau tidak sadar, sianosis, distres pernapasan berat) maka ditambahkan kloramfenikol (25 mg/kgBB/kali IM atau IV setiap 8 jam).
  • Bila pasien datang dalam keadaan klinis berat, segera berikan oksigen dan pengobatan kombinasi ampilisin-kloramfenikol atau ampisilin-gentamisin.
  • Sebagai alternatif, beri seftriakson (80-100 mg/kgBB IM atau IV sekali sehari).
  • Bila anak tidak membaik dalam 48 jam, maka bila memungkinkan buat foto dada.
  • Apabila diduga pneumonia stafilokokal (dijelaskan di bawah untuk pneumonia stafilokokal), ganti antibiotik dengan gentamisin (7.5 mg/kgBB IM sekali sehari) dan kloksasilin (50 mg/kgBB IM atau IV setiap 6 jam) atau klindamisin (15 mg/kgBB/hari –3 kali pemberian). Bila keadaan anak membaik, lanjutkan kloksasilin (atau dikloksasilin) secara oral 4 kali sehari sampai secara keseluruhan mencapai 3 minggu, atau klindamisin secara oral selama 2 minggu.

Terapi Oksigen

  • Beri oksigen pada semua anak dengan pneumonia berat
  • Bila tersedia pulse oximetry, gunakan sebagai panduan untuk terapi oksigen (berikan pada anak dengan saturasi oksigen < 90%, bila tersedia oksigen yang cukup). Lakukan periode uji coba tanpa oksigen setiap harinya pada anak yang stabil. Hentikan pemberian oksigen bila saturasi tetap stabil > 90%. Pemberian oksigen setelah saat ini tidak berguna
  • Gunakan nasal prongs, kateter nasal, atau kateter nasofaringeal. Penggunaan nasal prongs adalah metode terbaik untuk menghantarkan oksigen pada bayi muda. Masker wajah atau masker kepala tidak direkomendasikan. Oksigen harus tersedia secara terus-menerus setiap waktu. Perbandingan terhadap berbagai metode pemberian oksigen yang berbeda dan diagram yang menunjukkan penggunaannya terdapat pada bagian 10.7
  • Lanjutkan pemberian oksigen sampai tanda hipoksia (seperti tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam yang berat atau napas > 70/menit) tidak ditemukan lagi.

Perawat sebaiknya memeriksa sedikitnya setiap 3 jam bahwa kateter atau prong tidak tersumbat oleh mukus dan berada di tempat yang benar serta memastikan semua sambungan baik.

Sumber oksigen utama adalah silinder. Penting untuk memastikan bahwa semua alat diperiksa untuk kompatibilitas dan dipelihara dengan baik, serta staf diberitahu tentang penggunaannya secara benar.

Table of Contents