Mengatasi Nyeri/Rasa Sakit

Prinsip dasar mengatasi nyeri/rasa sakit adalah

  • Berikan analgesik per oral, bila mungkin (IM mungkin menimbulkan rasa sakit)
  • Berikan obat analgesik secara teratur, sehingga anak tidak merasakan berulangnya rasa sangat sakit yang timbul sebelum pemberian berikutnya
  • Berikan obat analgesik dengan dosis yang makin meningkat secara bertahap atau mulai dengan analgesik ringan dan lanjutkan dengan analgesik yang lebih kuat sesuai kebutuhan atau ketika timbul toleransi
  • Tentukan dosis untuk tiap anak, karena tiap anak membutuhkan dosis yang berbeda-beda untuk mendapatkan efek yang sama.

Gunakan obat di bawah ini sebagai obat pereda nyeri yang efektif.

  • Bius lokal: untuk nyeri pada lesi kulit atau mukosa atau akibat prosedur yang menyakitkan.
    • Lidokain: oleskan salep pada kain kasa pada luka mulut sebelum anak diberi makan (gunakan sarung tangan, kecuali bila anggota keluarga atau petugas kesehatan HIV-positif dan tidak memerlukan pelindung infeksi); ini akan bereaksi dalam waktu 2–5 menit.
    • TAC (tetracaine, adrenaline, cocaine): oleskan pada kasa dan tempatkan di atas luka; hal ini berguna terutama ketika menjahit luka.
  • Analgesik: untuk nyeri yang ringan dan sedang (seperti sakit kepala, nyeri pasca trauma dan nyeri yang diakibatkan kejang)
    • Parasetamol
    • Aspirin (lihat penjelasan penggunaan aspirin di bagian 10.3)
    • Obat anti-inflamasi non-steroid, seperti ibuprofen.
  • Analgesik Poten seperti opiat: untuk nyeri sedang dan sangat hebat yang tidak memberikan respons terhadap pengobatan dengan analgesik.
    • morfin, merupakan pereda nyeri yang kuat dan harganya murah: berikan secara oral atau IV setiap 4-6 jam, atau infus kontinyu
    • petidin: berikan per oral atau IM setiap 4–6 jam
    • kodein: berikan per oral setiap 6-12 jam, kombinasikan dengan non-opioid untuk memperkuat.

Catatan: pantau seksama kemungkinan terjadinya depresi pernapasan. Jika timbul toleransi, dosis harus ditingkatkan untuk mendapatkan efek pereda nyeri yang sama.

  • Obat lain: untuk rasa nyeri yang spesifik, meliputi diazepam untuk spasme otot, karbamazepin untuk nyeri syaraf, dan kortikosteroid (seperti deksametason) untuk rasa nyeri karena pembengkakan akibat peradangan yang menekan syaraf.