8.4.3 Lymphoid interstitial pneumonitis (LIP)

8.4.3 Lymphoid interstitial pneumonitis (LIP)

 

Tersangka LIP: foto toraks menunjukkan pola interstisial retikulo-nodular bilateral, yang harus dibedakan dengan tuberkulosis paru dan adenopati hilar bilateral (lihat gambar). Anak seringkali tanpa gejala pada fase awal, tetapi selanjutnya terjadi batuk persisten, dengan atau tanpa kesulitan bernapas, pembengkakan parotis bilateral, limfadenopati persisten generalisata, hepatomegali dan tanda lain dari gagal jantung dan jari tabuh.

  • Beri percobaan pengobatan antibiotik untuk Pneumonia bakterial (lihat bagian 4.2) sebelum mulai dengan pengobatan prednisolon. Mulai pengobatan dengan steroid, hanya jika ada temuan foto toraks yang menunjukkan lymphoid interstitial pneumonitis ditambah salah satu gejala berikut:
    • Sianosis
    • Pulse oxymetri menunjukkan saturasi oksigen < 90%.
  • Beri prednison oral, 1–2 mg/kgBB/hari selama 2 minggu. Kemudian kurangi dosis selama 2-4 minggu bergantung respons terhadap pengobatan.

Mulai pengobatan hanya jika mampu menyelesaikan seluruh rencana terapi (yang dapat berlangsung selama beberapa bulan bergantung hilangnya gejala hipoksia), karena pengobatan yang tidak tuntas akan tidak efektif dan bisa berbahaya. Hati-hati terhadap reaktivasi tuberkulosis.

 

colour: 

Supported by: