6.3. Demam tifoid

6.3. Demam tifoid

Pertimbangkan demam tifoid jika anak demam dan mempunyai salah satu tanda berikut ini: diare atau konstipasi, muntah, nyeri perut, sakit kepala atau batuk, terutama jika demam telah berlangsung selama 7 hari atau lebih dan diagnosis lain sudah disisihkan.

Diagnosis

Pada pemeriksaan, gambaran diagnosis kunci adalah:

  • Demam lebih dari tujuh hari
  • Terlihat jelas sakit dan kondisi serius tanpa sebab yang jelas
  • Nyeri perut, kembung, mual, muntah, diare, konstipasi
  • Delirium
  • Hepatosplenomegali
  • Pada demam tifoid berat dapat dijumpai penurunan kesadaran, kejang, dan ikterus
  • Dapat timbul dengan tanda yang tidak tipikal terutama pada bayi muda sebagai penyakit demam akut dengan disertai syok dan hipotermi.

Pemeriksaan penunjang

  • Darah tepi: leukopeni, aneosinofilia, limfositosis relatif, trombositopenia (pada demam tifoid berat).
  • Serologi: interpretasi harus dilakukan dengan hati-hati.

Tatalaksana

  • Obati dengan kloramfenikol (50-100 mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis per oral atau intravena) selama 10-14 hari, namun lihat halaman 78 untuk pengobatan bagi bayi muda.
  • Jika tidak dapat diberikan kloramfenikol, dipakai amoksisilin 100 mg/kgBB/hari peroral atau ampisilin intravena selama 10 hari, atau kotrimoksazol 48 mg/kgBB/hari (dibagi 2 dosis) peroral selama 10 hari.
  • Bila klinis tidak ada perbaikan digunakan generasi ketiga sefalosporin seperti seftriakson (80 mg/kg IM atau IV, sekali sehari, selama 5-7 hari) atau sefiksim oral (20 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis selama 10 hari).

Perawatan penunjang

Jika anak demam (≥ 39º C) berikan parasetamol.

Pemantauan

Awasi tanda komplikasi.

Komplikasi

Komplikasi demam tifoid termasuk kejang, ensefalopati, perdarahan dan perforasi usus, peritonitis, koma, diare, dehidrasi, syok septik, miokarditis, pneumonia, osteomielitis dan anemia. Pada bayi muda, dapat pula terjadi syok dan hipotermia.

colour: 

Supported by: