5.2.2. Diare dengan dehidrasi sedang/ringan

5.2.2. Diare dengan dehidrasi sedang/ringan

Pada umumnya, anak-anak dengan dehidrasi sedang/ringan harus diberi larutan oralit, dalam waktu 3 jam pertama di klinik saat anak berada dalam pemantauan dan ibunya diajari cara menyiapkan dan memberi larutan oralit.

Diagnosis

Jika anak memiliki dua atau lebih tanda berikut, anak menderita dehidrasi ringan/sedang:

  • Gelisah/rewel
  • Haus dan minum dengan lahap
  • Mata cekung
  • Cubitan kulit perut kembalinya lambat

Perhatian: Jika anak hanya menderita salah satu dari tanda di atas dan salah satu tanda dehidrasi berat (misalnya: gelisah/rewel dan malas minum), berarti anak menderita dehidrasi sedang/ringan.

Tatalaksana

  • Pada 3 jam pertama, beri anak larutan oralit dengan perkiraan jumlah sesuai dengan berat badan anak (atau umur anak jika berat badan anak tidak diketahui), seperti yang ditunjukkan dalam bagan 15 berikut ini. Namun demikian, jika anak ingin minum lebih banyak, beri minum lebih banyak.
  • Tunjukkan pada ibu cara memberi larutan oralit pada anak, satu sendok teh setiap 1 – 2 menit jika anak berumur di bawah 2 tahun; dan pada anak yang lebih besar, berikan minuman oralit lebih sering dengan menggunakan cangkir.
  • Lakukan pemeriksaan rutin jika timbul masalah
    • Jika anak muntah, tunggu selama 10 menit; lalu beri larutan oralit lebih lambat (misalnya 1 sendok setiap 2 – 3 menit)
    • Jika kelopak mata anak bengkak, hentikan pemberian oralit dan beri minum air matang atau ASI.
  • Nasihati ibu untuk terus menyusui anak kapan pun anaknya mau.
  • Jika ibu tidak dapat tinggal di klinik hingga 3 jam, tunjukkan pada ibu cara menyiapkan larutan oralit dan beri beberapa bungkus oralit secukupnya kepada ibu agar bisa menyelesaikan rehidrasi di rumah ditambah untuk rehidrasi dua hari berikutnya.
  • Nilai kembali anak setelah 3 jam untuk memeriksa tanda dehidrasi yang terlihat sebelumnya (Catatan: periksa kembali anak sebelum 3 jam bila anak tidak bisa minum larutan oralit atau keadaannya terlihat memburuk.)
    • Jika tidak terjadi dehidrasi, ajari ibu mengenai empat aturan untuk perawatan di rumah
      • beri cairan tambahan.
      • beri tablet Zinc selama 10 hari
      • lanjutkan pemberian minum/makan (lihat bagian 10.1)
      • kunjungan ulang jika terdapat tanda berikut ini:
        • anak tidak bisa atau malas minum atau menyusu
        • kondisi anak memburuk
        • anak demam
        • terdapat darah dalam tinja anak
    • Jika anak masih mengalami dehidrasi sedang/ringan, ulangi pengobatan untuk 3 jam berikutnya dengan larutan oralit, seperti di atas dan mulai beri anak makanan, susu atau jus dan berikan ASI sesering mungkin
    • Jika timbul tanda dehidrasi berat, lihat pengobatan di bagian 5.2.1.
    • Meskipun belum terjadi dehidrasi berat tetapi bila anak sama sekali tidak bisa minum oralit misalnya karena anak muntah profus, dapat diberikan infus dengan cara: beri cairan intravena secepatnya. Berikan 70 ml/kg BB cairan Ringer Laktat atau Ringer asetat (atau jika tak tersedia, gunakan larutan NaCl) yang dibagi sebagai berikut :
UMUR Pemberian 70 ml/kg selama
Bayi (di bawah umur 12 bulan) 5 jam
Anak (12 bulan sampai 5 tahun) 2,5 jam
  • Periksa kembali anak setiap 1-2 jam.
  • Juga beri oralit (kira-kira 5 ml/kg/jam) segera setelah anak mau minum.
  • Periksa kembali bayi sesudah 6 jam atau anak sesudah 3 jam. Klasifikasikan Dehidrasi. Kemudian pilih rencana terapi yang sesuai (A, B, atau C) untuk melanjutkan penanganan.
  • Rencana Terapi B and Rencana Terapi A memberikan penjelasan lebih rinci:

Beri tablet Zinc

  • Beritahu ibu berapa banyak tablet zinc yang diberikan kepada anak:
    • Di bawah umur 6 bulan: ½ tablet (10 mg) per hari selama 10 hari
    • 6 bulan ke atas: 1 tablet (20 mg) per hari selama 10 hari

Pemberian Makan

Melanjutkan pemberian makan yang bergizi merupakan suatu elemen yang penting dalam tatalaksana diare.

  • ASI tetap diberikan
  • Meskipun nafsu makan anak belum membaik, pemberian makan tetap diupayakan pada anak berumur 6 bulan atau lebih.

Jika anak biasanya tidak diberi ASI, lihat kemungkinan untuk relaktasi (yaitu memulai lagi pemberian ASI setelah dihentikan) atau beri susu formula yang biasa diberikan. Jika anak berumur 6 bulan atau lebih atau sudah makan makanan padat, beri makanan yang disajikan secara segar – dimasak, ditumbuk atau digiling. Berikut adalah makanan yang direkomendasikan:

  • Sereal atau makanan lain yang mengandung zat tepung dicampur dengan kacang-kacangan, sayuran dan daging/ikan, jika mungkin, dengan 1-2 sendok teh minyak sayur yang ditambahkan ke dalam setiap sajian.
  • Makanan Pendamping ASI lokal yang direkomendasikan dalam  pedoman Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di daerah tersebut. (lihat bagian 10.1)
  • Sari buah segar seperti apel, jeruk manis dan pisang dapat diberikan untuk penambahan kalium.

Bujuk anak untuk makan dengan memberikan makanan setidaknya 6 kali sehari. Beri makanan yang sama setelah diare berhenti dan beri makanan tambahan per harinya selama 2 minggu.

colour: 

Supported by: