3.2. Resusitasi bayi baru lahir

3.2. Resusitasi bayi baru lahir

Untuk beberapa bayi kebutuhan akan resusitasi dapat diantisipasi dengan melihat faktor risiko, a.l.: bayi yang dilahirkan dari ibu yang pernah mengalami kematian janin atau neonatal, ibu dengan penyakit kronik, kehamilan multipara, kelainan letak, pre-eklampsia, persalinan lama, prolaps tali pusat, kelahiran prematur, ketuban pecah dini, cairan amnion tidak bening.

Walaupun demikian, pada sebagian bayi baru lahir, kebutuhan akan resusitasi neonatal tidak dapat diantisipasi sebelum dilahirkan, oleh karena itu penolong harus selalu siap untuk melakukan resusitasi pada setiap kelahiran. Apabila memungkinkan lakukan penilaian APGAR.

Pada beberapa daerah dengan keterbatasan sumber daya manusia, tempat dan atau alat, teknik resusitasi yang disampaikan berikut perlu disesuaikan dengan keadaan setempat.

Bagan 12: Resusitasi bayi baru lahir
Bagan 12: Resusitasi bayi baru lahir (lanjutan)
Bagan 12: Resusitasi bayi baru lahir (lanjutan)
Bagan 12: Resusitasi bayi baru lahir (lanjutan)
Bagan 12: Resusitasi bayi baru lahir (lanjutan)
 

colour: 

Supported by: